Pascasarjana UIN Suska Riau Sambut 143 Mahasiswa Baru Semester Genap 2025/2026, Tekankan Kualitas dan Daya Saing Global

Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau secara resmi menyambut mahasiswa baru Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Kamis (12/02/2026). Kegiatan penyambutan yang dirangkai dengan pengarahan akademik ini dihadiri oleh pimpinan Pascasarjana, Ketua dan Sekretaris Program Studi (Prodi), serta seluruh mahasiswa baru, baik jenjang Magister maupun Doktor.

Wakil Direktur Pascasarjana UIN Suska Riau, Abdul Hadi, M.A., Ph.D., dalam laporannya menyampaikan bahwa pada semester genap ini, Pascasarjana menerima total 143 mahasiswa baru yang tersebar di 8 Program Studi.

“Berdasarkan data terakhir, rincian mahasiswa baru terdiri dari Program Doktor Pendidikan Agama Islam (8 orang), Doktor Hukum Keluarga Islam (11 orang), Magister Pendidikan Agama Islam (41 orang), Magister Hukum Keluarga Islam (33 orang), Magister Ekonomi Syariah (8 orang), Magister Pendidikan Bahasa Arab (21 orang), Magister Manajemen Pendidikan Islam (13 orang), dan Magister Tadris Bahasa Inggris (8 orang),” papar Abdul Hadi.

Ia menambahkan bahwa Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Magister Hukum Keluarga Islam (HKI) menjadi program studi dengan jumlah peminat terbanyak pada penerimaan kali ini.

Tantangan Dunia Kerja dan Visi Akademik

Direktur Pascasarjana UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Helmiati, M.Ag., dalam kuliah umum dan pengarahannya, mengucapkan selamat datang (ahlan wa sahlan) kepada para mahasiswa yang telah memilih UIN Suska Riau sebagai tempat menempa diri.

Prof. Helmiati mengibaratkan Pascasarjana sebagai sebuah kapal besar, di mana seluruh penumpang, termasuk mahasiswa, harus memahami arah dan tujuan pelayaran. Ia menekankan pentingnya kesadaran akan tantangan global saat ini, seperti skill mismatch (ketidaksesuaian kompetensi dengan pasar kerja), disrupsi teknologi, hingga kompetisi ketat di era bonus demografi.

“Dunia kerja saat ini tidak hanya mencari orang pintar, tetapi juga mereka yang memiliki soft skill, kecerdasan emosional, kemampuan kolaborasi, dan literasi digital. Oleh karena itu, lifelong learning atau belajar sepanjang hayat menjadi solusi mutlak,” tegas Prof. Helmiati.

Lebih lanjut, Direktur memaparkan visi Pascasarjana untuk menjadi pusat keunggulan akademik dan riset yang integratif, inovatif, dan berdaya saing di ASEAN pada tahun 2029. Guna mencapai visi tersebut, Pascasarjana menetapkan standar mutu yang ketat, termasuk kewajiban publikasi ilmiah.

 

“Mahasiswa Magister (S2) dan Doktor (S3) diharapkan tidak hanya menyelesaikan tesis atau disertasi, tetapi juga menghasilkan publikasi artikel di jurnal terakreditasi. Mahasiswa S2 diwajibkan mempublikasikan artikel minimal di jurnal terindeks Sinta 3, sedangkan mahasiswa S3 minimal di jurnal terindeks Sinta 2 sebagai syarat sebelum ujian tesis atau disertasi. Ini adalah upaya kita untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga produktif dalam melahirkan pengetahuan baru,” jelasnya.

Setelah sesi pengarahan umum, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi spesifik di masing-masing Program Studi (Breakout Room) untuk pendalaman materi kurikulum dan administrasi akademik bersama para Ketua dan Sekretaris Prodi.