UIN Suska Riau Lahirkan Doktor Baru: Edi Azhar Raih Cum Laude Lewat Disertasi Peran Attachment Parenting Ayah dalam Membentuk Karakter Tokoh Riau

Edi Azhar berhasil meraih predikat Cum Laude dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Pascasarjana UIN Suska Riau pada Selasa (13/1/2026) melalui disertasi berjudul “Urgensi Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Anak: Kajian tentang Attachment Parenting dan Keteladanan Ayah Dalam Membentuk Karakter Tokoh Masyarakat Di Provinsi Riau,”  yang mengungkapkan fakta krusial bahwa tokoh-tokoh masyarakat berpengaruh di Riau lahir dari pengasuhan “tangan dingin” seorang ayah yang menerapkan pendekatan kelekatan emosional (attachment parenting).

Sidang Promosi Doktor dipimpin langsung oleh Ketua Sidang Prof. Dr. H. Raihani, M.Ed., Ph.D., didampingi oleh Sekretaris Dr. Djeprin E. Hulawa, M.Ag.,  Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag., Prof. Dr. Hj. Helmiati, M.Ag., Prof. Dr. Muhammad Ansor, MA.,Prof. Dr. H. Ilyas Husti, MA., dan Dr. Khairil Anwar, MA.

Dalam sesi pendalaman metodologi,  Prof. Dr. H, Nizar Ali, M,Ag menyoroti dua poin krusial dalam penelitian ini: pertama, validitas data pola asuh Attachment Parenting mengingat informan utama (sang ayah) telah wafat; dan kedua, kriteria pemilihan subjek, terkait alasan peneliti memilih kelima tokoh tersebut dibandingkan saudara kandung mereka yang memiliki latar belakang pengasuhan serupa.”

Ayah Sebagai “Pupuk” Karakter

Edi Azhar memaparkan bahwa attachment parenting yang diterapkan sang ayah sejatinya berhasil membentuk karakter seluruh anak. Sebagian besar saudara kandung para tokoh sukses berkiprah di bidangnya masing-masing, seperti dunia usaha dan profesional. Namun, tokoh yang dijadikan subjek penelitian adalah representasi dari mereka yang memiliki akseptabilitas publik tertinggi.

“Kedekatan emosional, kehangatan, dan kasih sayang ayah menjadi ‘pupuk’ bagi perkembangan jiwa anak. Ayah yang aktif mengawal keputusan dan komunikasi keluarga menjadi madrasah pertama yang menanamkan tanggung jawab dan akhlakul karimah,” tegas peneliti dalam paparannya.

Filosofi “Mengajarkan Berenang”

Disertasi ini menyimpulkan bahwa ayah memiliki peran spesifik yang tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh ibu, terutama dalam aspek psikomotorik dan penanaman ketangguhan mental.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk menyuruh anak berenang, memanah, dan berkuda. Siapakah yang paling cocok mengajarkan hal fisik dan keberanian seperti berenang? Sosok seorang ayah. Ini adalah simbol bahwa ayah memiliki beban moral besar mendidik karakter, bukan hanya sekadar bercanda atau mencari nafkah,” ungkap Edi Azhar.

Penelitian ini merekomendasikan agar masyarakat kembali menghidupkan peran ayah (fathering) dalam keluarga. Keterlibatan ayah terbukti berkorelasi positif dengan lahirnya generasi pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.