Seminar Internasional Pascasarjana 2025 : Eksplorasi Respon Pendidikan Tinggi terhadap Isu-Isu terkini dalam Pendidikan, Hukum, dan Budaya Islam di Negara Mayoritas dan Minoritas Muslim

Pasca.uin-suska.ac.id Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau menyelenggarakan Seminar Internasional dengan tema “Current Issues in Islamic Education, Law, Culture, and Society: Responses of Higher Education Institutions in Muslim-Majority/Minority Countries” pada Sabtu,15 November 2025 di Royal Asnof Hotel Pekanbaru. Seminar internasional ini bertujuan untuk membahas isu-isu terkini dalam pendidikan Islam, hukum, budaya, dan masyarakat, serta bagaimana institusi pendidikan tinggi di negara-negara dengan mayoritas dan minoritas Muslim merespons tantangan tersebut.

Dalam laporannya Ketua Panitia Seminar Internasional Pascasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Bapak Abdul Hadi, MA, PhD, yang juga Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau, menyampaikan bahwa tema seminar ini sangat relevan dengan kondisi saat ini di negara-negara mayoritas dan minoritas Muslim, di mana pendidikan Islam, hukum, budaya, dan masyarakat menghadapi berbagai tantangan dan dinamika. Beliau menyampaikan harapan bahwa seminar yang dihadiri oleh 400 peserta ini dapat menjadi platform bagi para akademisi, peneliti, mahasiswa Pascasarjana, dan praktisi di perguruan tinggi untuk memberikan respon yang positif melalui proses diskusi dan berbagi solusi inovatif.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Prof. Dr. Hj. Helmiati, M. Ag. dalam sambuatannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memahami dinamika masyarakat Muslim, baik di wilayah mayoritas maupun minoritas. Beliau menyebutkan bahwa setiap konteks memiliki tantangan tersendiri, sehingga universitas harus mampu membaca kebutuhan masyarakat secara cermat dan meresponsnya dengan penelitian berkualitas serta kebijakan akademik yang progresif. Prof. Dr. Hj. Helmiati, M. Ag. juga menyampaikan bahwa seminar ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan perspektif global dan lokal.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Prof. Dr. H. Raihan, M.Ed., Ph.D., dalam sambutannya untuk membuka secara resmi Seminar Internasional Pascasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau 2025 ini, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan zaman. Ia menegaskan bahwa isu-isu kontemporer dalam pendidikan Islam, hukum, dan budaya tidak dapat disikapi secara reaktif. Perguruan tinggi harus hadir sebagai pusat inovasi dan solusi, serta melalui forum seperti ini, kita dapat memperkuat komitmen untuk menghadirkan ilmu yang relevan dan berdampak.

Seminar internasional ini menghadirkan beberapa pembicara utama dari empat negara berbeda, yaitu Palestina, Malaysia, Singapura, dan Indonesia, sehingga memungkinkan peserta seminar mendapatkan berbagai perspektif dan memperkaya wawasan mereka tentang isu-isu yang relevan dengan tema seminar. Ada empat pembicara utama dalam seminar internasional yang dilaksanakan oleh Pascasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau tahun ini. Pada sesi pagi, pembicara pertamanya adalah Prof. Dr. Muhammad Kamarul Kabilan dari Universiti Sains Malaysia, Pulau Pinang, Malaysia. Beliau mempresentasikan sebuah topik berjudul Current Issues in Islamic Education: Responses of Higher Educational Institutions in Malaysia. Pembicara kedua adalah Prof. Imron Rosidi, MA. Ph.D, dosen Fakultas Da’wah dan Ilmu Komunikasi UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia. Beliau menyampaikan presentasi berjudul Responses of Indonesian Islamic Higher Education to Current Cultural and Societal Challenges.

Sesi sore pada seminar internasional ini dimulai dengan presentasi yang disampaikan oleh Dr. Mohammed R. M. Elshobake, seorang ilmuwan asal Gaza-Palestina yang sekarang bekerja sebagai akademisi di Ahmad Ibrahim Kulliyyah Laws, IIUM, Malaysia. Dalam presentasinya, Dr. Mohammed R. M. Elshobake memfokuskan pemaparan beliau tentang International Humanitarian Law from an Islamic Perspective: Genocide in Gaza  as a Case Study. Pembicara terakhir dalam seminar internasional Pascasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau adalah Mr. Ahmad Nizam Abbas, B.A., LL.M, Managing Director pada Crescent Law Chambers, Singapore. Secara energik Mr. Ahmad Nizam Abbas, B.A., LL.M menyampaikan presentasi dengan tema Islamic Family Law in Singapore.

Untuk mendokumentasikan momen akademik yang penting ini, seminar internasional Pascasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau 2025 ini ditutup dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh pimpinan Pascasarjana, semua pembicara utama, dan semua peserta.